![]() |
| foto : universitas nusa mandiri |
Hari-hari ini, adalah hari-hari dimana nilai kuliah sudah keluar di siakad. Hasilnya nanti terakumulasi menjadi IPK.
Tapi, kalau ada yang bertanya, dapat nilai berapa? A atau A plus atau malah kurang, kok rasa-rasanya malas banget ya buat menjawabnya.itu sama juga kayak aku yang juga nakas sekali menanyakan berapa nilai orang lain. Alhamdulillah tidak se kepo itu sama nilai orang lain.
Jujur dari dulu mengganggap nilai berapa pun biasa aja.Alhamdulillah saja.Kalaupun bagus, ehhmm, sudah diprediksi. semua sesuai effort nya si.Kalau pun nilai jelak pada satu atau dua mata kuliah, ya memang kurang menguasai.Misalnya matkul yang banyakan bahasa Arab nya hahaha.atau mata kuliah yang jauh banget dari bidang e keilmuan yang selama ini dikuasai :)
Intinya maklum lah kalau matkul-matkul macam itu kalau nilai pas-pas an saja..
Cuma, kalaupun 2x sampai menjapri dosen dan protes soal nilai, itu semata-mata karena heran haha.Yang pertama, dapat B plus.Ok , kayaknya memang pantas.cuma heran aja, kok teman yang jarang banget masuk kuliah plus nggak ngumpul tugas kok nilainya SAMA juga hahaha. dan teman yang kayaknya biasa banget skill nya di pelajaran tersebut kok bisa tiba-tiba dapat A. ah, nggak masuk akal rasa-rasanya.
Protes nilai yang kedua yang aku lakukan lebih gong lagi. Saat itu UTS. dosennya berkomitmen buat memberikan komentar kepada semua tugas UTS mahasiswa. Oh iya, dosen ini tidak membolehkan mahasiswa menggunakan AI dalam menjawab soal UTS take home.
Dan apa, ketika komentarnya datang ke aku betapa terkejutnya ketika dosen menyebutkan esaiku terindikasi memakai AI. Beberapa logika dalam esai juga beliau patahkan, termasuk sistematika yang menurut beliau kurang tepat. Oke bisa diterima buat sistematika. cuma buat dituduh pakai AI, sunggu nggak terima.
Dan yang lebih menyedihkan lagi, diakhir kalimat ada penilaian 70/100. Bukan hanya nilainya, tapi ada komentar tanda kurung : sudah termasuk syafaat..Artinya apa? penilaian aslinya dianggap kurang dari itu. Dapat nilai 70 karena belas kasihan belaka :)
Untuk matkul ini, terpaksa mengajukan sanggahan tertulis. Dan tahukah apa komentar dosennya? dosennya marah hehehe...untungnya marah via WA saja yak. Mahasiswa yang ini dianggap defensif dan tidak mampu menerima kritik. Oh ya? hahaha. Jawaban via WA yang super panjang sudah menjadi tanda seperti apa watak dosen ini. Tidak sama seperti yang dia citrakan selama ini sebagai orang yang open mind dan bisa berdiskusi soal apa saja. citra sebagai lulusan S2 dan S3 luar negeri di negara yang menjunjung tinggi diskusi akademik, tiba-tiba juga ikutan buyar
Ah ternyata tetap pasal 1 : dosen selalu benar/ Kalau salah, ya balik lagi ke pasal 1 : dosen selalu benar
Hahahaha...
***
Drama perkuliahan memang unik-unik. terlepas dari semua hal, merasa belajar ilmu kehidupan sangat banyak selama kuliah. Bukan hanya ilmu yang ada dalam kurikulum tapi yang lebih penting ilmu kehidupan lainnya.
Baiklah, tetap sediakan gelas kosong, kamu bukan siapa-siapa, kamu bukan apa-apa. terus semangat belajar dan berkarya sampai kelak tahu, memang ilmu kita sampai kapanpun masih sedikit. Jangan ragu buat berproses.
Bismillah...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Hallo, terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar dengan baik. Yang mencantumkan link hidup, auto di delete komennya.Terima kasih